Cinta emang bisa datang kapan aja dan dimana aja. Gak ada batas antara waktu dan usia. Begitupun dengan yang namanya tempat ataupun jarak. Bener nggak? Seperti halnya yang satu ini, Cinlok alias Cinta Lokasi.

Eitz, jangan salah lho. Jangan lu kira ni Cinlok khusus buat para artis-artis doank, lu bisa juga ngalamin ini lho, baik itu Cinlok di tempat kerja, di sekolahan (Diluar cinta monyet pastinya. . .) atau dimana aja, yang penting lu ama di si dia berada dalam satu lokasi atau satu lingkungan (Sekarang Gw baru tahu kenapa dibilang Cinta Lokasi, coz kalo dibilang Cinta Lingkungan ntar kedengerennya jadi nggak enak buangeeet, hehehe. . . πŸ˜€ ).

Ada beberapa hal yang bisa membuat Cinlok itu terjadi, salah satunya adalah hubungan yang terjalin sewaktu melakukan suatu pekerjaan terlalu dekat (Batasan menjadi sahabat telah hilang begitu saja) atau masa-masa sewaktu bersama terlampau lama, nah disitulah benih-benih cinta mulai timbul.

Orang yang menjalani Cinlok memiliki kelemahan dan kelebihan.
Kelebihannya antara lain:
1. intensitas pertemuan terhadap pasangan semakin sering, sehingga rasa kecemburuan dan ketidakpercayaan terhadap pasangan menjadi kecil atau bahkan nggak ada sama sekali.
2. Hubungan yang terjalin semakin erat, dan tiap-tiap pasangan menjadi lebih tahu sejauh mana perasaan masing-masing pasangannya.

Sedangkan kelemahannya:
1. Adanya rasa bosan lantaran terlalu sering bertemu terhadap pasangan.
2. Terkadang pasangan menjadi overprotective, sehingga terasa sulit untuk bergaul atau berkawan dengan orang lain.

Gimana? Ada yang Cinlok nggak ni? Enak apa nggak? Whatever lah. . . Tapi percaya atau tidak, dijalani atau tidak, itulah Cinlok (Cinta Lokasi) yang emang bener-bener ada disekeliling kamu. Okz? πŸ˜‰