Yap, mungkin diantara Anda pernah ngalamin yang namanya dicuekin atau bahkan tidak disukai orang lain (Bisa jadi dibenci…). Hmm, bingung? Bisa saja. Mungkin Anda gak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. So, mungkin saja beberapa hal di bawah ini adalah penyebabnya.

1. Mengeluh
Mengeluh seperti membuang sampah kekecewaan pada orang lain. Menceritakan kekecewaan, kekhawatiran, kesusahan, seakan-akan dirinya cukup sial. Orang seperti ini akan mengeluh hanya karena teriknya matahari mengganggu kulitnya. Biasanya ia akan selalu minta dikasihani, butuh perhatian atau ingin didengarkan. Hentikan kebiasaan mengeluh, tidak semua orang mau dijadikan keranjang sampah. Tidak perlu membawa rasa kesal kepada orang lain.
Tips: Tidak hanya Anda yang sedang mempunyai masalah, mungkin orang lain mempunyai masalah yang lebih berat dari Anda. Jadi, mulai sekarang sebaiknya hilangkan sikap suka mengeluh Anda. 🙂

2. Tidak Tahu Diri
Orang yang tidak tahu diri biasanya melakukan sesuatu seenaknya sendiri. Orang seperti ini selalu berpikir “Semau Gue”, bertamu ke rumah tetangga sampai larut, meminjam buku dan mengembalikan dalam waktu lama bahkan sobek tanpa meminta maaf, atau memakai barang-barang tanpa meminta ijin terlebih dahulu.
Tips: Seandainya Anda sebagai dirinya, bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda mau bila diperlakukan dengan hal yang sama? Untuk itu, jauhkan segera sikap tersebut dan mulailah untuk mengerti perasaan orang lain.

3. Membual
Orang yang suka “Omong Besar” biasanya mempunyai cerita-cerita yang menakjubkan mengenai dirinya. Ia suka membanggakan tentang kehebatan dirinya. Ia juga mempunyai ide-ide yang kedengaran “Wah”, suka mengobral janji-janji namun tidak pernah menepatinya.
Tips: Ehmm..kalo sudah begitu, sebaiknya Anda jangan terpancing oleh cerita orang lain yang dapat membuat Anda ingin berbicara juga dengan hal yang sama atau melebihi cerita orang sebelumnya. Mendengarkan menunjukkan Anda perhatian dengan ceritanya, dengan demikian Anda akan lebih disukai.

4. Nyinyir
Tidak hanya sekedar ingin tahu permasalahan orang lain saja, orang yang seperti ini mempunyai kebiasaan berbicara “ceplas-ceplos” tanpa memikirkan perasaan orang lain. Kadang Ia suka bercanda dengan hal yang sama sekali tidak lucu tetapi dapat menyakiti perasaan orang lain. Ia pandai menyela pembicaraan dengan guyonan yang mengejek. Anehnya orang yang seperti ini selalu menganggap dirinya humoris dan perhatian terhadap orang lain.
Tips: Seandainya Anda diejek oleh orang lain, apakah Anda sanggup menerima hinaan itu? Berbicara seperlunya saja dan mendengarkan pembicaraan orang lain sampai selesai akan membuat Anda lebih dihargai oleh orang lain.

5. Menjelekkan Orang Lain
Gosip bareng teman-teman memang asyik apalagi ada seseorang yang pintar membuat pembicaraan menjadi seru. Tidak semua orang menyukai cerita-cerita miring tentang orang lain, kadang gosip tidaklah selalu benar, hal-hal kecil dapat menjadi besar.
Tips: Anda boleh tidak menyukai gosip, tetapi haruslah dipisahkan dengan tukang gosip. Bila Anda suka menjelekkan orang lain, segera tinggalkan kebiasaan ini, karena sewaktu-waktu dapat saja Anda yang mendapat giliran untuk digosipkan.

6. Keras Kepala
Orang yang keras kepala selalu berpikir untuk menang dalam hal sekecil apapun, ia akan tetap mempertahankan prinsipnya tanpa mau mendengarkan orang lain. Ia akan tetap ngotot dalam hal-hal sepele. Ia tidak tertarik untuk mendengarkan atau memperhatikan hal-hal menyangkut kegiatan orang lain. Egonya tertuju pada diri sendiri sehingga sangat sulit menerima kesalahan atau nasehat orang lain.
Tips: Untuk hal-hal yang sifatnya prinsipil, boleh saja Anda tetap untuk ngotot. Tetapi tak ada salahnya agar Anda mencoba untuk lebih bersikap terbuka terhadap orang lain. Bersikap terbuka menerima orang lain juga dapat memperkaya wawasan Anda sendiri.

7. Pelit
Orang pelit biasanya lebih senang dibagi daripada berbagi. Ia akan selalu mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai uang ketika temannya membutuhkan pertolongan padahal Ia mempunyai uang tabungan untuk membeli jelana jeans baru. Biasanya Ia (Orang pelit) tidak hanya pelit kepada orang lain saja, melainkan kadang pelit terhadap dirinya sendiri. Ia rela tidak makan enak hanya karena takut uangnya habis.
Tips: Berbagi kebahagian dengan orang lain mempunyai nilai yang lebih berarti yang tidak dapat dinilai dengan uang seberapapun jumlahnya. Bersikap tulus ketika memberi dengan merasakan kebahagiaan dan berbagi kesenangan dengan orang lain akan membuat Anda sendiri merasa bahagia dan akrab dengannya.

8. Berbohong
Kadang berbohong masih bisa ditoleransi, akan tetapi bila menjadi hobi akan menjadi “penyakit”. Orang yang suka berbohong menciptakan kebohongan secara spontan , kreatif, dan tampak wajar sehingga mudah dipercaya oleh orang lain. Orang seperti ini akan terus berbohong secara terus-menerus untuk menutupi kebohongan-kebohongannya yang sebelumnya.
Tips: Tidak perlu berbohong, belajarlah untuk berkata jujur dan menanggung konsekuensi dengan berjiwa besar. Berbohong sekali, maka Anda akan berbohong untuk seterusnya dan sewaktu-waktu bisa saja Anda lupa dengan kebohongan yang Anda ciptakan sendiri. Akibatnya, orang lain tidak akan pernah mempercayai Anda lagi.

9. Tidak Mempunyai Pendirian
Orang yang tidak mempunyai pendirian sering merasa kebingungan dengan sikap yang harus diambil, hal-hal yang menjadi “prinsipil” dapat tergoyahkan hanya karena rayuan atau bujukan orang lain. Keyakinan dapat juga berubah setiap saat sehingga orang semakin susah untuk percaya kepadanya.
Tips: Anda harus menentukan sikap tertentu mana yang terbaik untuk diri Anda dan berguna untuk orang lain, sikap ini terus diperkuat dengan keyakinan akan kebenaran sesuai dengan prinsip yang Anda buat. Pertegas pada diri Anda setiap kali Anda menemukan hal yang dapat menggoyahkan prinsip Anda sebelumnya, pisahkan mana yang boleh Anda lakukan dan mana yang tidak boleh.

10. Sombong
Orang sombong merasa dirinya superior, mempunyai ego yang kuat. Ia merasa dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain, cenderung meremehkan, suka mencela dan mengkritik orang lain. Orang sombong biasanya juga suka pamer, merasa dirinya elit, pilih-pilih teman dan arogan.
Tips: Ubah cara berpikir Anda dalam memandang orang lain. Tidak ada orang yang mempunyai kelebihan kalau bukan dari kebaikannya. Anda dapat menjadi orang besar hanya karena kebaikan hati kepada orang lain, dan orang lainlah yang akan menilai diri Anda, bukan Anda sendiri.

11. Sensitif
Mudah tersinggung, pemarah, suka menilai sikap orang lain yang Ia anggap telah menyerang perasaannya, merupakan ciri-ciri orang yang “sensitif”. Ia mudah tersinggung dengan perkataan dan sikap orang lain. Biasanya Ia juga bersikap hati-hati dengan sikap dan perkataannya sendiri karena Ia berharap orang lain bersikap yang sama pula terhadapnya.
Tips: Orang sensitif akan dijauhi orang karena mereka takut kepada Anda, takut Anda tersinggung atau marah karenanya. Menerima orang lain dengan berpikir positif akan menghambat perasaan-perasaan negatif yang dapat merusak suasana hati Anda. Anggaplah suatu lelucon yang patut anda tertawakan. Jangan tersinggung..!!

12. Pemalas
Orang malas biasanya terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Orang malas sangat tergantung pada orang lain, Ia akan mencari alasan tertentu untuk mengelak dari tugas yang seharusnya ia lakukan. Akhirnya, orang seperti ini juga menghindar dari tanggung jawab. Bila Ia mengerjakan suatu pekerjaan, Ia selalu berharap imbalan atau mencari “penghargaan” bahwa tugas yang Ia kerjakan cukup berat. Padahal, Ia akan memilih pekerjaan yang lebih ringan dibandingkan teman-temannya.
Tips: Saatnya Anda untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk diri Anda ;). Apa yang Anda kerjakan akan memberi makna pada diri Anda sendiri. Hasil jerih payah sendiri lebih berharga daripada penilaian orang lain.