Yup, itulah yang terjadi di menit ke-59 saat Persipura berhadapan dengan Sriwijaya FC dalam pertandiangan Final Copa Djisamsoe 2008/2009 kemarin (28 Juni 2009) yang berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang.

Hal itu dirasa sangat wajar, karena para official dan seluruh anak asuhan Jackson F. Tiago ini merasa adanya keterpihakkan wasit, dimana wasit tidak jeli dalam melihat masalah yang terjadi di lapangan pertandingan.

Seharusnya, Persipura mendapatkan hadiah tendangan pinalti akibat pelanggaran yang dibuat oleh kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsullu.
Belum lagi ditambah adanya handsball yang dilakukan oleh salah satu pemain belakang Sriwijaya FC tepat di kotak pinalti. garupale

Namun apa yang terjadi..?? Wasit Purwanto membiarkannya begitu saja, tanpa memberikan sanksi tegas pada kubu Sriwijaya FC.
Sudah tentu seluruh official, supporter dan pemain Persipura Jayapura merasa dirugikan akan hal tersebut.

Sangat di sayangkan memang.
Pertandingan besar seperti Copa harus dinodai oleh insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Sebagai Persipura Mania, gue pun sangat kecewa dengan keputusan sang pengadil.
Gue juga kecewa terhadap para komentator yang “bercuap-cuap” pada saat itu.
Mereka mengatakan bahwa Persipura seharusnya bermain fairplay.
Persipura seharusnya lapang dada terhadap keputusan wasit.

But, apakah wasitnya sendiri fairplay..?? takbole
Hmm, jangan menuntut sebuah keadilan dari para pemain dan supporter kalo wasitnya sendiri nggak adil..!!
Betul nggak?

Lagian coba deh kalo para komentator itu berada di pihak Persipura.
Apa mereka gak bakal melakukan hal yang sama?
Hah..??

Ini Final brur, FINAL..!!
Bukan sebuah pertandingan ecek-ecek yang gak jelas juntrungannya.

Oke, gue coba kilas balik.

Pada babak pertama aja, wasit udah keliatan nggak beres.
Saat menit injuritime, seharusnya wasit dilarang meniup peluit panjang sebelum bola mengenai salah satu pemain.

Tapi apa yang terjadi sodara-sodara..??
Bola baru saja ditendang dari sudut gawang (corner) Sriwijaya, eh..wasitnya udah tiup itu peluit.
Huhuhu, dimana lagi coba ada peristiwa seperti itu selain di pertandingan final Copa semalam..??
Gak ada kan..?? Hahaha… sengihnampakgigi

Yang membuat hati gue semakin nyiris adalah ketika ketua umum PSSI, bapak Nurdin Halid mengatakan bahwa, “Saya sudah melihat siaran ulangnya ditelevisi, dan saya kira tidak ada yang terlalu bermasalah. Keputusan wasit saya rasa sudah tepat, dan bla..bla..bla”.
Itu inti pembicaraan yang saya tangkap.

Hello, bapak Nurdin Halid yang terhormat, apa Anda yakin..?? hah
Hmm, sangat disayangkan menurut saya…
Pernyataannya tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Semua mata juga melihat pak, kalo itu adalah sebuah tindakan pelanggaran.
Jelas sebuah pelanggaran yang harus diberikan SANKSI TEGAS..!!

Ya..ya..ya, tapi apa boleh buat, keputusan sudah diambil.
Sriwijaya telah dinyatakan sebagai pemenang Copa Djisamsoe 2008/2009. encem

Selamat deh buat Sriwijaya FC yang menang WO 1-0 atas Persipura.
Selamat buat kemenangannya yang kontroversial itu.

Akhir kata, gue hanya bisa berharap semoga kedepannya persebakbolaan Indonesia semakin lebih baik dan semoga nantinya tidak ada lagi hal-hal yang dapat merugikan salah satu tim, layaknya kejadian semalam. kenyit

Oh..ya, saran gue sebagai pemilik Narzis Blog’s sih kalo buat pertandingan final seperti itu, mbok yo sebaiknya diadakan di tempat yang NETRAL, sehingga tidak menguntungkan salah satu pihak manapun dan bebas dari intimidasi..!! Merdeka..!! peace