Tentang KamuKamu? Ah..masa bodoh denganmu! Kenikmatan yang kau berikan tak lagi berarti bagiku. Bahkan, diri ini sungguh muak melihatmu. Parasmu, lekuk tubuhmu, sungguh tak menggairahkan lagi. Seksi? Itu dulu, sekarang tak lagi.

Kamu? Ah..kini dirimu tak lebih bagaikan tumpukan sampah di tepi jalan! Tak layak mata ini menatapmu yang penuh deki dan usang. Jangankan tuk menatap, mencium aroma tubuhmu pun diri ini tak sanggup. Asal kau tahu, baumu tak lebih bagaikan bunga bangkai!

Kamu? Ah..sungguh raga ini melanglang buana tanpamu. Bebas menepi kemana saja ku mau. Kini, aku tak perlu khawatir lagi tuk mencari mangsa baru. Aturanmu yang kuno tak lagi mengahantui benak ini. Bebas? Ya, bebas sebebas-bebasnya kemana kaki ini ingin melangkah!

Kamu? Ah..bosan bicara tentangmu! Mulut ini telah terkunci rapat bagimu. Tak satu pun kata yang akan terucap untukmu. Namamu yang dulu sempat terukir manis di hatiku, kini telah pudar tak tersisa. Ya, luntur termakan oleh sang waktu!

Kamu? Ya, silahkan cari yang baru!

*Entah ini termasuk prosa atau bukan, tapi yang jelas postingan ini diikutsertakan dalam Agustus di Ceritaeka :mrgreen: