Beberapa hari yang lalu gue di tag oleh salah seorang sahabat, sebut saja namanya Indah (bukan nama sebenarnya :mrgreen:). Indah menandai gue pada note / catatan yang Ia tulis di akun Facebooknya. Saking terkesimanya (ni anak pasti geer 😛 ) dengan apa yang Ia tulis, maka gue pun berinisiatif untuk membagikannya lewat Blog gue ini (dengan ijinnya tentunya). Silahkan dibaca, diresapi, dan dilepaskan… *maaf, bukan KENTUT ya! 😆


MAAF = MENYESAL…

Apa dengan maaf masalah dapat di selesaikan? Oh, setidaknya kita menjadi lebih baik. Benarkah??? Kalau dengan kata maaf masalah dapat diselesaikan, mungkin dunia akan damai dan aman sentosa. Tapi..TIDAK..!!! Maaf saja tidak cukup, teman… Kalau cukup, pastinya tidak akan ada orang yang dipenjara dan tak akan ada hati yang terluka.

Setiap tindakan, ada konsekuensinya karena hidup adalah sebuah pilihan. Maaf hanyalah kamuflase untuk penyelesaian sebuah masalah dan penyesalan hanyalah sebuah bentuk dari kata maaf. Menyesal..untuk apa??? Semua sudah terjadi. Kita sudah melukai, menyakiti, dan mengecewakan orang lain. Apa dengan menyesal kita bisa membuat segalanya jadi lebih baik? Well, mungkin… pada awalnya…

Bila kita menyesal dengan apa yg sudah terjadi, sama artinya dengan kita menyalahkan takdir. Tapi ingat, takdir  tidak pernah salah! Yang salah adalah pilihan yang kita ambil. Bila manusia menyesal diawal… hmmmm, pasti kita semua akan masuk surga karena telah tau konsekuensi apa yang akan kita terima. Hidup itu penuh kejutan dan itulah seninya hidup, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di detik kemudian pada hidup kita.

Bila kita mempunyai gelas kesayangan dan karena kecerobohan kita, gelas itu terlepas dari genggaman dan jatuh pecah. Kita berusaha untuk menyatukan keping2-keping gelas itu. Meski kita bisa menyatukannya, tetapi bentuk dari gelas itu tidak akan sama lagi.  Air yang terisi pun tidak akan sama banyaknya, bahkan mungkin sudah tidak bisa diisi lagi dengan air.

Sebagian orang akan memilih untuk membeli gelas baru yang mungkin sama. Tapi, apa perasaan kita akan tetap sama meski  gelas itu serupa??? Bisa jadi kita malah tidak menyukai  gelas yang baru itu atau mungkin malah sangat menyukai dan menjaganya dengan sepenuh hati. Namun pastinya, semua tidak akan pernah sama..!!!

Sama artinya dengan kita berhubungan dengan seseorang, tetapi bila kemudian orang itu melukai, menyakiti, dan mengecewakan, apa perasaan kita akan tetap sama? Mungkin sebagian akan mengatakan tetap sama karena sudah terlanjur sayang. Namun, sebagian lagi akan menjawab berbeda. Meski masih sayang, tetapi kita berusaha untuk  self- protect karena kita tidak ingin terluka lagi.

Bila kita berada di posisi yang menyakiti dan melukai, mungkin kita hanya berucap MAAF  (cukupkah…???) dan MENYESAL (untuk apa…???). Yakinkan pada diri sendiri untuk maaf dan penyesalan itu lalu. Buktikan bahwa  kita benar-benar MENYESAL  buat orang yang telah kita lukai dan sakiti itu. Tunjukkan padanya bahwa dia tidak sia-sia memberi maaf  dan menerima penyesalan. Berucap kata saja tdk cukup! Buat orang itu mencintai dan menyayangi kita lebih dari sebelum kita melukai dan menyakiti hatinya. Itulah yang dinamakan kesuksesan MAAF dan MENYESAL. 🙂


Oh..ia, tulisan diatas telah gue edit sebelumnya agar lebih mudah dan enak dibaca 😀 Dan..MAAF, baru mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011! :mrgreen: Gue MENYESAL 😆

Happy New Year 2011