Saya termasuk orang yang suka berandai-andai. Jika lagi bengong sendirian, mulai deh otak ini berkonspirasi dengan dunia khayalan, “Seandainya aja Yuna SNSD jadi pacarku, pasti deh langsung diputusin sama pacar!” :lol:. Intinya sih saya suka mengkhayal ngalor-ngidul tanpa ada juntrungannya. Tapi buat saya itu sah-sah aja, toh kadang yang nyata asalnya dari mengkhayal. Yup, melalui khayalan maka timbul niat kuat untuk dapat merealisasikannya.

Ngomongin soal mengkhayal, saya sempat berkhayal menjadi seorang anggota DPD RI. Iya, saya tau khayalan saya terlampau tinggi. Tapi nggak apa toh, namanya juga mengkhayal, bebas mau apa aja khayalannya. Ya syukur-syukur bisa terealisasikan :P.

Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, maka:

1. Saya akan turun ke daerah-daerah tertinggal untuk melihat bagaimana kondisi real di lapangan. Dengan seperti itu, saya bisa membuka mata pemerintah pusat dan daerah yang selama ini hanya OMDO (Omong Doang)! “Hey, ini lho kondisi daerah A-B-C”. Saya sebagai anggota DPD RI juga akan lebih mengedepankan pembangunan di daerah-daerah tertinggal tersebut yang notabene berada di wilayah Timur Indonesia. Bukan fasilitas mewah yang akan saya usulin, melainkan fasilitas dasar yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, misalnya aja tempat tinggal, listrik, dan akses jalan darat (jembatan).

Kondisi Daerah Tertinggal

2. Saya akan mengusulkan untuk membuat taman kota. You know lah, saat ini untuk menemukan daerah hijau di tengah kota itu sangatlah sulit, terutama di kota-kota besar. Jadi ya jangan heran kalau yang dilihat hanyalah susunan gedung-gedung bertingkat semata. Nah, dengan adanya taman kota ini, secara nggak langsung akan meminimalisir efek Global Warming. Go Green!

Taman Kota Indah

3. Saya akan mengusulkan untuk menggunakan media jejaring sosial sebagai wadah aspirasi masyarakat. Di jaman teknologi seperti ini, saya yakin banyak yang udah tahu akan media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Nah, kenapa gak dimanfaatkan aja? Dengan adanya account jejaring sosial tersebut, masyarakat dengan mudah dan bebas dalam memberikan aspirasinya. Baik ide, saran maupun kritik yang sifatnya membangun, semuanya dapat disalurkan melalui media tersebut. Bukan tidak mungkin jika account tersebut dapat dijadikan pula sebagai kontrol masyarakat.

4. Saya akan mengusulkan untuk mengedepankan jiwa entrepreneurship di kalangan pelajar, mulai dari SD hingga Mahasiswa (seperti di postingan saya ini). Dengan demikian, masyarakat akan dituntut untuk dapat menciptakan peluang usahanya masing masing, bukan lagi menunggu peluang usaha. Hal seperti itu tentu akan menggerakkan dunia usaha di Indonesia, tanpa terkecuali di daerah-daerah tertinggal. Kalau sudah seperti itu, jumlah angka pengangguran pun akan menurun drastis.

5. Saya akan sangat concern terhadap kondisi tata ruang wilayah, dimana pembangunan yang ada di berbagai daerah harus sesuai dengan peta tata ruang yang berlaku. Dengan demikian, pembangunan menjadi lebih teratur dan tidak merugikan masyarakat. Lihat saja, saat ini daerah yang semestinya merupakan daerah penyangga kini telah disulap menjadi daerah pertokoan ataupun pemukiman. Akibatnya, baru sebentar saja diguyur hujan, eh..banjir sudah datang melanda :mrgreen:.

Tata Ruang atau Land Use

6. Saya akan mengusulkan untuk memperbanyak jumlah rumah singgah bagi fakir miskin dan anak terlantar, sehingga nantinya mereka lebih terurus dan mendapatkan pendidikan yang layak.  Hey, bagaimanapun juga fakir miskin dan anak terlantar wajib dipelihara oleh negara.

Fakir Miskin dan Anak Terlantar di Indonesia

Intinya sih saya akan bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan diri sendiri ataupun kelompok ;).

Foto diambil dan diedit dari sini, sini, sini, sini, sini, sini dan sini.